Kepada pihak birokrat yang saya hormati. Langsung saja, saya sebagai mahasiswa Syari’ah ingin menyampaikan aspirasi saya. Mengenai kenyamanan lingkungan kampus.
Sebetulnya, dalam hati saya bertanya – tanya mengapa pohon ditebangi..?
Sebenarnya ada apa? Semestinya, hal tersebut tidak terjadi. Karena saya merasa kehilangan kesejukannya. Bisa jadi, tidak hanya saya yang merasakan hal ini. Tapi, para mahasiswa yang lain. Yang mana, pohon ini merupa-kan tempat untuk berteduh para mahasiswa.
Baik ketika sedang menunggu dosen datang ataupun belajar. Respon ketika datang ke kampus pastilah tercengang dengan kondisi yang baru. Khususnya saya, merasa sangat dirugikan dengan kondisi sekarang. Yang mana, saya kehilang-an tempat berteduh sekaligus tempat belajar. Akibat dari penebangan ini, pastilah berimbas pada cuaca yang akan semakin panas. Kenyamanan tidak hanya dari aspek pohon rindang saja, tapi kondisi lingkungan yang masih terlihat kotor. Sehingga membuat kita sulit untuk menerima materi. Kita sebagai fakultas Syari’ah, tentunya mengetahui apa yang telah ada dalam hadits. Seperti, “mengenai kebersihan merupakan sebagian dari iman”. Nah.. saya rasa hal tersebut belum tercermin.
Maka dari itu, kita perlu mewujud-kan semua ini. Baik dari pihak birokrat hingga mahasiswa harus saling mendukung untuk mewujudkan hal tersebut. Baik dari hal kebersihan maupun hal kenyamanan. Karena kita juga perlu mendapatkan fasilitas yang memadai.Jadi, pada pihak–pihak terkait mohon ditanggapi secara serius untuk segera direalisasikan. Karena ini semua demi kepentingan bersama dan kenyamanan maha-siswa, yang semestinya fasilitas ini didapatkan secara utuh. Semoga, pihak birokrat segera me-nangani hal tersebut dan dapat terealisasi secara utuh. Terima kasih.
Siti Anisah Mahasiwi Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang
Minggu, 19 April 2009
[Edisi 1] Hilangnya Kenyamanan Kampus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar